A.
Struktur Elektron dari Atom
1. Atom
Atom adalah satuan dasar materi yang terdiri dari inti atom yang
dikelilingi oleh awan elektron yang bermuatan negatif. Inti atom mengandung
campuran proton yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral (terkecuali
pada Hidrogen-1 yang tidak memiliki neutron). Elektron-elektron pada sebuah
atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Demikian pula sekumpulan
atom dapat berikatan satu sama lainnya membentuk sebuah molekul. Atom yang
mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang
mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau
negatif dan merupakan ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan
neutron pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia
atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut.
Istilah atom bermula dari zaman Leukipos dan Demokritus yang mengatakan bahwa benda yang paling kecil adalah atom. Atom yang berasal dari bahasa Yunani yaitu atomos, a artinya tidak dan tomos artinya dibagi. Model atom mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan berdasarkan fakta-fakta eksperimen. Walaupun model atom telah mengalami modifikasi, namun gagasan utama dari model atom tersebut tetap diterima sampai sekarang. Perkembangan model atom dari model atom Dalton sampai model atom mekanika kuantum yaitu sebagai berikut:
Istilah atom bermula dari zaman Leukipos dan Demokritus yang mengatakan bahwa benda yang paling kecil adalah atom. Atom yang berasal dari bahasa Yunani yaitu atomos, a artinya tidak dan tomos artinya dibagi. Model atom mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan berdasarkan fakta-fakta eksperimen. Walaupun model atom telah mengalami modifikasi, namun gagasan utama dari model atom tersebut tetap diterima sampai sekarang. Perkembangan model atom dari model atom Dalton sampai model atom mekanika kuantum yaitu sebagai berikut:
Model atom Dalton. Pada tahum 1803, John Dalton mengemukakan teorinya
sebagai berikut: setiap unsur tersusun atas partikel-partikel kecil yang tidak
dapat dibagi lagi yang disebut atom. Atom-atom dari unsur yang sama akan
mempunyai sifat yang sama, tetapi atom-atom dari unsur berbeda mempunyai sifat
yang berbeda pula. Dalam reaksi kimia tidak ada atom yang hilang, tetapi hanya
terjadi perubahan susunan atom-atom dalam unsur tersebut. Bila atom membentuk
molekul, atom-atom tersebut bergabung dengan angka perbandingan yang bulat
dansederhana, seperti 1 : 1, 2 : 1 , 2 : 3.
Model atom Dalton mempunyai beberapa kelemahan. Beberapa kelemahan itu
diantaranya tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi, tidak dapat
menjelaskan gaya gabung unsur-unsur. Misalnya, mengapa dalam pembentukan air (H2O)
satu atom oksigen mengikat dua atom hydrogen.
Model atom Thomson. Setelah J.J. Thomson menemukan bahwa di dalam atom
terdapat elektron, maka Thomson membuat model atom sebagai berikut: Atom
merupakan suatu materi berbentuk bola pejal bermuatan positif dan di
dalamnya tersebar elektron-elektron (model roti kismis), atom bersifat
netral, jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif. Model atom
Thomson tidak bertahan lama. Hal ini disebabkan karena model atom Thomson tidak
menjelaskan adanya inti atom.
Model atom Rutherfor. Setelah Rutherford menemukan inti atom yang
bermuatan positif dan massa atomnya terpusat pada inti, maka Rutherford membuat
model atom sebagai berikut: atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif
dan elektron yang bermuatan negatif mengelilingi inti atom; atom bersifat
netral; jari-jari inti atom dan jari-jari atom sudah dapat ditentukan. Dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan alam, ternyata model Rutherford juga memiliki
kekurangan. Kelemahan mendasar dari model atom Rutherford ialah tidak dapat
menjelaskan mengapa elektron yang beredar mengelilingi inti tidak jatuh ke inti
karena ada gaya tarik menarik antara inti dan elektron. Dan menurut ahli fisika
klasik pada massa itu (teori Maxwell), elektron yang bergerak mengelilingi inti
atom akan melepaskan energi dalam bentuk radiasi.
Model atom Bohr. Berdasarkan hasil pengamatannya pada spektrum atom
hidrogen, Neils Bohr memperbaiki model atom Rutherford, dengan menyusun model
atom sebagai berikut: Atom terdiri atas inti atom yang mengandung proton
bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif yang mengelilingi inti atom;
Ruang hampa Elektron mengelilingi inti Inti atom (bermuatan positif).
Model atom mekanika kuantum. Model atom mekanika kuantum didasarkan pada:
elektron bersifat gelombang dan partikel, oleh Louis de Broglie (1923); persamaan
gelombang elektron dalam atom, oleh Erwin Schrodinger (1926); asas
ketidakpastian, oleh Werner Heisenberg (1927). Menurut teori atom mekanika
kuantum, elektron tidak bergerak pada lintasan tertentu. Berdasarkan hal
tersebut maka model atom mekanika kuantum adalah sebagai berikut: Atom terdiri
atas inti atom yang mengandung proton dan neutron, dan elektron-elektron
mengelilingi inti atom berada pada orbital-orbital tertentu yang membentukkulit
atom, hal ini disebut dengan konsep orbital, dengan memadukan asas
ketidakpastian dari Werner Heisenberg dan mekanika gelombang dari Louis de
Broglie, Erwin Schrodinger merumuskan konsep orbital sebagai suatu ruang
tempat peluang elektron dapat ditemukan. Kedudukan elektron pada
orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.
2. Molekul
Banyak partikel terkecil dari suatu zat di alam yang bukan atom,
melainkan gabungan dari dua atau lebih atom unsur, baik dari unsur yang
sama maupun berbeda. Gabungan dua atom atau lebih yang berasal dari unsur
yang sama atau berbeda disebut molekul. Jika atomnya berasal dari unsur yang
sama maka molekul tersebut disebut molekul unsur. Jika suatu molekul tersusun
atas dua atau lebih atom dari unsur yang berbeda maka disebut molekul senyawa.
Tidak seperti unsur logam yang partikel-partikel terkecilnya tersusun atas
atom, partikel-partikel terkecil dari unsur-unsur bukan logam dapat
berupa atom maupun molekul. Unsur-unsur golongan gas mulia (VIIIA)
tersusun atas partikel terkecil kelompok atom. Adapun unsur-unsur
golongan halogen (VIIA) tersusun atas molekul unsur.
Struktur Elektron dari Atom terdiri dari Unsur-unsur penting
dalam kimia organik; C, H, O, dan N; Setiap kulit elektron berhubungan dengan sejumlah energi tertentu ; Elektron yang dekat ke inti lebih tertarik oleh
proton dalam inti energinya semakin rendah berada pada tingkat energi
pertama ; Elektron dalam kulit kedua tingkat energi
kedua energi yang lebih tinggi daripada elektron dalam tingkat pertama.
Dalam Kimia Organik ada 4 unsur yang harus dimengerti atau dipahami
diantaranaya adalah C (carbon), H (Hidrogen), O (Oksigen) dan N (Nitrogen).
Keempat unsur ini ada di kedua periode pertama dari susunan dan elektronnya
terdapat dalam dua kulit elektron yang paling dekat dengan inti.
Setiap kulit elektron berhubungan
dengan sejumlah energi tertentu. Elektron yang paling dekat dengan inti lebih
tertarik oleh proton dalam inti daripada elektron yang lebih jauh kedudukannya.
Karena itu, semakin dekat elektron terdapat ke inti, semakin rendah energinya,
dan elektron ini sukar berpindah dalam reaksi kimia. Kulit elektron yang
terdekat ke inti adalah kulit yang terendah energinya, dan elektron dalam kulit
ini dikatakan berada pada tingkatan energi pertama. Elektron dalam kulit kedua,
yaitupada tingkat energi kedua mempunyai energi yang lebih tinggi daripada
elektron dalam tingkat pertama, dan elektron dalam tingkat ketiga atau pada
tingkat energi ketiga, mempunyai energi yang lebih tinggi lagi.
B. Sistem Periodik Unsur
a. Jari-jari Atom
Jarak dari pusat inti ke elektron paling luar . Jari-jari atom disebut dengan jari-jari kovalen.
Nilai jari-jari atom biasanya diberikan dalam Angstrom (Ao), 1 Ao=10-8cm.
Atom tidak memiliki batasan luar yang jelas, sehingga dimensi atom
biasanya dideskripsikan sebagai jarak antara dua inti atom ketika dua atom
bergabung bersama dalam ikatan kimia. Jari-jari ini bervariasi tergantung pada
jenis atom, jenis ikatan yang terlibat, jumlah atom di sekitarnya, dan spin
atom. Pada tabel periodik unsur-unsur, jari-jari atom akan cenderung meningkat
seiring dengan meningkatnya periode (atas ke bawah). Sebaliknya jari-jari atom
akan cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya nomor golongan (kiri ke
kanan). Oleh karena itu, atom yang terkecil adalah helium dengan
jari-jari 32 pm, manakala yang terbesar adalah sesium dengan jari-jari 225 pm.
Dimensi ini ribuan kali lebih kecil daripada gelombang cahaya (400–700 nm),
sehingga atom tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop optik biasa. Namun, atom
dapat dipantau menggunakan mikroskop penerowonganpayaran.
Ukuran atom sangatlah kecil, sedemikian kecilnya lebar satu helai rambut dapat menampung sekitar 1 juta atom karbon. Satu tetes air pula mengandung sekitar 2 × 1021 atom oksigen. Intan satu karat dengan massa 2 × 10-4 kg mengandung sekitar 1022 atom karbon carbon. Jika sebuah apel diperbesar dengan ukuran sebesar Bumi, maka atom dalam apel tersebut akan terlihat sebesar ukuran apel asli tersebut.
Ukuran atom sangatlah kecil, sedemikian kecilnya lebar satu helai rambut dapat menampung sekitar 1 juta atom karbon. Satu tetes air pula mengandung sekitar 2 × 1021 atom oksigen. Intan satu karat dengan massa 2 × 10-4 kg mengandung sekitar 1022 atom karbon carbon. Jika sebuah apel diperbesar dengan ukuran sebesar Bumi, maka atom dalam apel tersebut akan terlihat sebesar ukuran apel asli tersebut.
Faktor yang paling berpengaruh penting
adalah jumlah proton dalam inti dan jumlah kulit yang mengandung elektron
. Inti dengan jumlah proton yang lebih besar mempunyai
tarikan yang lebih besar terhadap elektron-elektronnya, termasuk elektron
paling luar .
Bila kita bergerak dari atas
ke bawah dalam satu golongan dalam sistem berkala, jumlah kulit elektron
bertambah dan karenanya, jari-jari atom bertambah juga.
b. Keelektronegatifan
Ukuran kemampuan atom untuk menarik elektron
luarnya, atau elektron valensi . Makin besar jumlah proton
berarti makin besar muatan inti positif, dan dengan demikian tarikan
untuk elektron ikatan bertambah . Oleh karena itu keelektronegatifan bertambah dari kiri ke kanan untuk
periode tertentu dalam sistem berkala . Skala Pauling adalah skala numerik dari keelektronegatifan, skala ini
diturunkan dari perhitungan energi ikatan untuk berbagai unsur yang terikat
oleh ikatan kovalen.
Keelektronegatifan dari beberapa unsur (skala
Pauling)
Kebanyakan struktur organik mengandung lebih
dari tiga atom, dan lebih bersifat berdimensi tiga daripada berdimensi
dua . Ikatan garis (-) menyatakan
ikatan pada bidang kertas. Garis padat (-) menyatakan suatu ikatan yang
ke luar dari pada kertas menuju pengamat . Garis yang putus-putus (----) menyatakan ikatan yang menunjukkan ke
belakang kertas.
D. Energi
Disosiasi Ikatan
Pemaksapisahan heterolitik (heterolytic
cleavage), pembelahan suatu atom yang akan menghasilkan sepasang ion.
Pemaksapisahan homolitik (homolytic
cleavage), pembelahan suatu atom yang akan menghasilkan atom atau gugus
atom yang mempunyai elektron tak berpasangan .
E. Konsep Asam Basa Dalam Kimia
Organik
a.
Teori asam basa Lewis
Asam menurut Lewis adalah zat yang
dapat menerima pasangan electron (akseptor pasangan electron)
Basa menurut Lewis adalah zat yang
dapat memberikan pasangan electron (donor pasangan electron).
Contoh:
reaksi asam basa antara larutan HCl dan NaOH menurut teori Arhenius dapat
dijelaskan dengan menggunakan teori Lewis.
Reaksi
antara larutan HCl dan NaOH ;
HCl(aq)
+ NaOH(aq) ↔ NaCl(aq) + H2O(l)
Untuk
menjelaskan reaksi ini menggunakan teori Lewis, nyatakan reaksi sebagai reaksi
ion:
HCl ↔ H+
+ Cl-
NaOH ↔ Na+ + OH-
NaCl ↔ Na+
+ Cl-
H2O
Reaksi ion
bersihnya adalah :
H+
+ OH-↔ H2O(l)
Ikatan
kovalen koordinasi antara H dan O yang terbentuk akibat transfer sepasang
elektron dari OH- ke H+
Sebagai
contoh lain; reaksi yang terjadi pada NH3 dan BF3 yang dapat ditulus dengan
persamaan:
NH3 + BF3 -> F3B-NH3.
Pada reaksi diatas NH3 dapat dikatakan basa karena memiliki sepasang elektron bebas, sedangkan BF3 kekurangan elektron, sehingga kedua senyawa tersebut saling bereaksi melalui sepasang elektron bebas yang digunakan bersama.
Berdasarkan kemampuan mengionnya, baik asam maupun basa dapat dibedakan kekuatannya, yaitu asam kuat dan asam lemah, serta basa kuat dan basa lemah.
NH3 + BF3 -> F3B-NH3.
Pada reaksi diatas NH3 dapat dikatakan basa karena memiliki sepasang elektron bebas, sedangkan BF3 kekurangan elektron, sehingga kedua senyawa tersebut saling bereaksi melalui sepasang elektron bebas yang digunakan bersama.
Berdasarkan kemampuan mengionnya, baik asam maupun basa dapat dibedakan kekuatannya, yaitu asam kuat dan asam lemah, serta basa kuat dan basa lemah.








Bila atom saling terikat membentuk molekul,energi dilepaskan. jadi untuk molekul agar terdisosiasi menjadi atom,atomnya harus diberikan energi. jadi bagaimana cara agar ikatan tersebut dapat terdisosiasi? terimakasih
BalasHapusTerimakasih atas pertanyaannya, Cara agar ikatan dapat terdisosiasi adalah dengan pemaksapisahan heterolitik dan pemaksapisahan homolitik. Pemaksapisahan heterolitik dalam mana kedua electron ikatan dipertahankan pada satu atom. Hasil pembelahan heterolitik adalah sepasan ion. Sedangkan pemaksapisahan homolitik setiap atom yang turut dalam ikatan kovalen menerima satu electron dari pasangan yang saling dibagi yang asli. Yang dihasilkan adalah atom yang secara listrik netral atau gugus atom.
Hapusjari-jari atom berubah-ubah bergantung pada besarnya tarikan antara inti dan elektron nya.Jadi faktor apa yang sangat berpengaruh trhadap tarikan terseabut?
BalasHapusFaktor-faktor yang paling penting adalah jumlah proton dalam inti dan jumlah kulit yang mengandung electron. Inti dengan jumlah proton yang lebih besar mempunyai tarikan yang lebih besar terhadap electron-elektronnya, termasuk electron paling luar.Perhatikan unsur deret kedua dari susunan berkala (litium sampai fluor).Atom dari tiap unsur ini hanya mempunyai electron dalam dua kulit electron pertama. Apabila kita maju tahap demi tahap dari litium sampai fluor,maka satu proton ditambahkan pada inti. Pada setiap tahap, inti mempunyai tarikan untuk electron yang lebih besar dari jari-jari atom berkurang.Terimakasih
HapusAssalamualaikum.setelah membaca postingan diatas, saya ingin bertanya Bagaimana atom dapat membentuk ikatan ion dan dapat membentuk ikatan kovalen ?
BalasHapusTerimakasih
Baiklah saya akan menjawab pertanyaan sheira, ikatan ion terbentuk oleh perpindahan elektron dari satu atom ke atom yang lainnya, sedangkan ikatan kovalen terbentuk oleh penggunaan bersama sepasang elektron antara dua atom, terimakasih
Hapus