Isomeri Struktur Senyawa Hidrokarbon dan Sistem Nomenklatur
a. Sistim Nomenklatur
Pada pertengahan
abad 19, banyak senyawa organic yang tidak tahu strukturnya. Pada waktu itu
nama-nama senyawa bersifat ilustratif, yakni menyiratkan asal-usul atau
sifatnya. Beberapa senyawa dinamai menurut nama sahabat atau kerabat ahli kimia
yang pertama-tama menemukan senyawa itu. misalnya nama asam barbiturat ( dari
situ dikenal kelompok obat barbiturat ) berasal dari nama wanita Barbara.
IUPAC dibentuk pada 1919 oleh ahli kimia dari industri dan
akademisi, yang mengakui kebutuhan untuk standardisasi internasional dalam
kimia. Standardisasi timbangan, ukuran, nama dan simbol sangat penting untuk
kesejahteraan dan kesuksesan dari perusahaan ilmiah dan pengembangan kelancaran
dan pertumbuhan perdagangan internasional dan perdagangan.
Tatanama organik atau lengkapnya tatanama IUPAC untuk kimia organik
adalah suatu cara sistematik untuk memberi nama senyawa organic yang
direkomendasikan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry
(IUPAC). Idealnya, setiap senyawa organik harus memiliki nama yang dari sana
dapat digambarkan suatu formula structural dengan jelas.
Untuk
komunikasi umum dan menghindari deskripsi yang panjang, rekomendasi penamaan
resmi IUPAC tidak selalu diikuti dalam praktiknya kecuali jika diperlukan untuk
memberikan definisi ringkas terhadap suatu senyawa atau jika nama IUPAC lebih
sederhana (bandingkan etanol dengan etil alkohol). Jika tidak, maka nama umum
atau nama trivial yang biasanya diturunkan dari sumber senyawa tersebutlah yang
digunakan.
v Tata Nama Alkana
Tatanama
semua senyawa organik terbagi menjadi tata
nama sistematik dan tata nama
umum. Tata nama sistematik diatur oleh badan internasional IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Sedangkan
nama umum pemakaiannya sangat terbatas, karena hanya digunakan untuk
senyawa-senyawa dengan rumus molekul sederhana atau senyawa-senyawa tertentu
saja.
Nama yang diberikan pada suatu senyawa organik harus memberikan gambaran yang jelas
mengenai rumus strukturnya demikian pula sebaliknya dari struktur yang ada nama
suatu senyawa organik dapat ditentukan. Nama-nama beberapa alkana tidak
bercabang yang sering disebut sebagai deret homolog dapat dilihat pada
gambar.

Aturan-aturan pemberian nama
sistematik alkana bercabang menurut IUPAC :
1) Alkana tak bercabang pemberian
nama sistematik sesuai gambar di atas sedangkan untuk nama umum
ditambah n (normal) untuk alkana yang tidak bercabang.
CH3–CH2–CH2–CH3
n-butana
2) Untuk alkana yang rantainya
bercabang, rantai utamanya adalah rantai dengan jumlah atom C terpanjang. Gugus
yang terikat pada rantai utama disebut substituen. Susstituen yang
diturunkan dari suatu alkana dengan mengurangi satu atom H disebut gugus
alkil. Gugus alkil memiliki rumus umum -CnH2n+1 dan
dilambangkan dengan –R. Pemberian nama gugus alkil sesuai dengan nama
alkana, tetapi mengganti akhiran -ana pada alkana asalnya dengan akhiran
–il. Nama dan rumus beberapa gugus alkil dapat dilihat pada ( gambar 1)

3) Rantai terpanjang nomori dari
ujung yang paling dekat dengan substituen sehingga rantai cabang memberikan
nomor yang sekecil mungkin. Pada pemberian nama, hanya nomor atom karbon rantai
utama yang mengikat substituen dituliskan kemudian diikuti nama susbstituen. (gambar
2)

4) Jika terdapat lebih dari
satu subtituen yang sama, maka nomor masing-masing atom karbon rantai utama
yang mengikat substituen semuanya harus dituliskan. Jumlah substituen
ditunjukan dengan awalan di, tri, tetra, penta, heksa dan seterusnya, yang
berturut-turut menyatakan jumlah substituen sebanyak dua, tiga, empat, lima dan
seterusnya. Penomoran tetap dimulai dari ujung yang paling dekat dengan
substituen. (gambar 3)

5) Jika terdapat dua atau lebih
sustituen yang berbeda, maka dalam penulisan nama disusun berdasarkan urutan
abjad huruf pertama dari nama substituen. Penomoran rantai utama dimulai dari
ujung rantai yang nama substituen berdasarkan urutan abjad lebih awal. awalan
di, tri, tetra, penta, heksa dan seterusnya tidak perlu diperhatikan dalam
penentuan urutan abjad.

6) Awalan-awalan sek-, ters-
yang diikuti tanda hubung tidak perlu diperhatikan dalam penentuan urutan
abjad. Sedangkan awalan iso dan neo tidak perlu dipisahkan dengan
tanda hubung dan diperhatikan dalam penentuan urutan abjad. Awalam iso
menunjukan adanya gugus –CH(CH3)2 dan awalan neo-
menunjukan adanya gugus –C(CH3)3.

v Tata Nama
Alkena
Pemberian nama untuk senyawa-senyawa alkena berdasarkan sistem IUPAC mirip
pemberian nama pada alkana. Rantai
utama alkena merupakan rantai dengan jumlah atom C terpanjang yang melewati
gugus ikatan rangkap dan atom C yang mengandung ikatan rangkap ditunjukan
dengan nomor.
Ikatan rangkap
yang dinomori diusahakan memperoleh nomor serendah mungkin. Pemberian nama pada alkena yaitu mengganti akhiran –ana pada
alkana dengan akhiran –ena dengan jumlah atom C sama dengan alkana.
Pemberian nama untuk alkena bercabang seperti pemberian nama pada alkana.

Alkena-alkena suku rendah nama
umum lebih sering digunakan dibanding nama sistematik. Misalnya

v Tatanama Alkuna
Sistem IUPAC
1) Pemberian nama pada alkuna
menyerupai tata nama elkana yakni mengganti akhiran –ana pada alkana terkait
dengan akhiran –una.
2) Rantai atom karbon terpanjang
adalah rantai atom karbon yang mengandung ikatan ganda tiga
3) Penomoran dimulai dari salah
satu ujung rantai yang memungkinkan ikatan ganda tiga mempunyai nomor serendah
mungkin.
4) Pada penulisan nama, atom C
yang mengandung atom ikatan ganda tiga ditunjukan dengan nomor.
Contoh

Nama Umum
Nama umum digunakan untuk alkuna-alkuna sederhana. Dalam pemberian nama umum
alkuna dianggap sebagai turunan asetilena (C2H2) yang
satu atom hidrogennya diganti oleh gugus akil.
Contoh:

b. Isomer Struktural
Variasi dalam
structural senyawa organic dapat disebabkan oleh jumlah atom dan jenis atom
dalam molekul. Tetapi variasi dalam struktur ini dapat juga terjadi karena urutan atom yang terikat satu sama lain
dalam suatu molekul. Misalnya untuk rumus molekul C2H6O dapat ditulis dua
rumus bangun yang berlainan. Kedua rumus bangun ini menyatakan dua senyawa yang
berlainan:
·
Dimetil
eter (t.d – 23,6 C ) suatau gas yang pernah digunakan sebagai refrigerant ( gas
dalam lemari es ) dan sebagai suatu gas dorong aerosol. Dalm bidang kimia
dimeti eter bersifat non polar.
·
Etanol
(t.d 78,5 C ) suatu cairan yang digunakan sebagai pelarut ( solvent) dan dalam
minuman beralkohol, dan bersifat polar.
Dua
senyawa atau lebih yang memiliki rumus molekul yang sama disebut isomer satu
terhadap yang lain.Jika senyawa-senyawa dengan rumus molekul yang sama itu
memiliki urutan atom yang berlainan, maka mereka mempunyai struktur bangun yang
berlainan dan disebut isomer structural satu terhadap yang lain ( kelak akan
dijumpai, macam isometric lain ). Dimetil eter dan etanol tadi merupakan contoh
sepasang isomer structura, termasuk isomer gugus fungsi.
Isomer struktur terbagi
menjadi tiga:
1. Isomeri Rangka
Isomeri rangka adalah isomeri yang terjadi karena perbedaan rangkanya,
biasanya terjadi antara senyawa rantai lurus dengan senyawa yang memiliki
cabang, bisa pula antar senyawa yang memiliki cabang, namun berbeda pada posisi
dan jumlah cabang.
Contoh : butana memiliki dua isomer yaitu, normal butana (n-butana) dan
isobutana (2-metilpropana)
2. Isomeri Posisi
Isomeri posisi adalah isomeri yang terjadi karena perbedaan posisi
ikatan rangkap. Isomeri ini hanya terjadi pada senyawa hidrokarbon tak
jenuh (alkena dan alkuna).
Contoh : butena memilki dua isomer posisi yaitu, 1-butena dan 2-butena
3. Isomer fungsional
Dalam berbagai ini isomer struktural, isomer mengandung gugus fungsional yang berbeda – yaitu, mereka milik keluarga yang berbeda dari senyawa (seri homolog yang berbeda).
Sebagai contoh, rumus molekul C3H6O dapat berupa propanal (aldehid) atau propanon (keton).
Ada kemungkinan lain juga untuk formula ini molekul yang sama – misalnya, Kita bisa memiliki ikatan karbon-karbon gkita (alkena) dan -OH (alkohol) dalam molekul yang sama.
Contoh lainnya digambarkan dengan rumus C3H6O2 molekul. Di antara beberapa isomer struktural ini asam propanoat (asam karboksilat) dan metil etanoat (ester).
C. Isomer pada Alkana
Setiap atom karbon mempunyai empat elektron valensi yang digunakan
untuk membentuk ikatan kovalen dengan atom lainnya, yang digambarkan sebagai
tangan ikatan. Jadi, atom karbon pada senyawa karbon selalu mempunyai empat
tanga ikatan. Pada alkane, keempat tangan tersebut bila tidak
digunakan untuk mengikat atom karbon yang lain akan digunakan untuk mengikat atom
hidrogen.
Penggantian (subsitusi) sebuah atom H yang mana pun pada gambar
model molekul di atas dengan atom klorin, akan menghasilkan senyawa yang lain.
Hal ini menunjukan bahwa semua atom H di dalam senyawa CH4 mempunyai
kedudukan yang identik. Jika dua model molekul metana digabungkan, akan didapat
molekul hidrokarbon dengan dua atom karbon didalamnya, seperti tampak pada
gambar berikut.
Rumus Alkana
Gambar tersebut
menunjukan bahwa alkane yang terbentuk dari dua atom karbon akan mengikat
enam atom hidrogen sehingga mempunyai rumus molekul C2H6.
Jika penggantian atom hidrogen dengan atom karbon dilakukan terus menerus, akan
didapat struktur seperti pada gambar di bawah.
|
Jumlah
atom C
|
Rumus
struktur
|
Rumus
Molekul
|
|
1
|
CH4
|
CH4
|
|
2
|
CH3–
CH3
|
C2H6
|
|
3
|
CH3–
CH2– CH3
|
C3H8
|
|
4
|
CH3–
CH2– CH2– CH3
|
C4H10
|
|
8
|
CH3-CH2–
CH2– CH2– CH2– CH2– CH2–
CH3 atau
CH3(CH2)6CH3
|
C8H18
|
|
N
|
Rumus Alkana
(rumus umum alkane)
|
CnH2n+2
|
Jadi, rumus
alkana atau rumus umum molekul alkane adalahCnH2n+2
Deret Homolog Alkana
Deretan rumus molekul alkane (tabel di bawah) menunjukan bahwa pada
setiap anggota yang satu ke anggota yang berikutnya bertambah sebanyak CH2.
Deret senyawa karbon yang demikian ini disebut deret homolog (deret homolog
alkana). Deret homolog alkana mempunyai sifat – sifat berikut:
- Mempunyai rumus umum, untuk deret homolog alkana adalah CnH2n+2.
- Antara satu anggota ke anggota berikutnya mempunyai pembeda CH2.
- Selisih massa rumus antara satu anggota ke anggota berikutnya adalah 14.
- Semakin panjang rantai atom karbonnya, semakin tinggi titik didihnya.
Tabel yang
menunjukan sebagian anggota deret homolog alkana dengan beberapa
sifatnya.
|
Jumlah
atom C
|
Rumus
Molekul
|
Nama
|
Titik
lebur (oC)
|
Titik
Didih (oC)
|
Massa
jenis (g/cm3)
|
Wujud
(suhu kamar)
|
|
1
|
CH4
|
Metana
|
-181,9
|
-163,9
|
0,466
|
Gas
|
|
2
|
C2H6
|
Etana
|
-183,2
|
-88,5
|
0,572
|
Gas
|
|
3
|
C3H8
|
Propana
|
-189,6
|
-42,0
|
0,585
|
Gas
|
|
4
|
C4H10
|
Butana
|
-138,3
|
-0.4
|
0.601
|
Gas
|
|
5
|
C5H12
|
Pentana
|
-129,9
|
36,2
|
0,626
|
Cair
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
C6H14
|
Heksana
|
-94,9
|
69,1
|
0,660
|
Cair
|
|
7
|
C7H16
|
Heptana
|
-90,5
|
98,5
|
0,684
|
Cair
|
|
8
|
C8H18
|
Oktana
|
-56,7
|
125,8
|
0,703
|
Cair
|
|
9
|
C9H20
|
Nonana
|
-50,9
|
150,9
|
0,728
|
Cair
|
|
10
|
C10H22
|
Dekana
|
-29.6
|
174,2
|
0.730
|
Cair
|
|
11
|
C11H24
|
Undekana
|
-25,5
|
196,1
|
0,740
|
Cair
|
|
12
|
C12H26
|
Dodekana
|
-14,5
|
216,4
|
0,749
|
Cair
|
|
18
|
C18H38
|
Oktadekana
|
28
|
313,9
|
0,789
|
Padat
|
|
20
|
C20H42
|
Eikosana
|
36,9
|
343,9
|
0,789
|
Padat
|
Isomer adalah peristiwa di mana suatu
senyawa karbon mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur berbeda.
Contoh
Senyawa dengan rumus molekul C4H10
mempunyai dua struktur yang berbeda, yaitu:
Perbedaan
antara senyawa n-butana (baca: normal butana) dengan metil propana adalah pada
kerangka rantai karbonnya. Rantai n-butana tidak bercabang, sedangkan metil
propana rantainya bercabang pada atom C-2. Perbedaan struktur kedua senyawa
tersebut mengakibatkan kedua sifat, di mana titik didih n-butana adalah -0,4oC
sedangkan titik didih metil propana adalah -11,6oC.
Semakin
banyak jumlah atom karbon penyusun alkana, semakin banyak jumlah isomer
alkana -nya.
Tabel: Jumlah isomer
alkana dari beberapa senyawa
|
Jumlah atom C
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
15
|
20
|
|
Rumus
molekul
|
C4H10
|
C5H12
|
C6H14
|
C7H16
|
C8H18
|
C9H20
|
C10H22
|
C15H32
|
C20H42
|
|
Jumlah
isomer
|
2
|
3
|
5
|
9
|
18
|
35
|
75
|
4.347
|
366.319
|
Tabel
berikut menunjukan perbedaan titik didih dan titik lebur dari isomer
senyawa heksana.
Tabel: titik didih dan titik lebur isomer heksana (C6H14)
|
Struktur
|
Nama
|
Titik
didih (oC)
|
Titik
lebur (oC)
|
|
CH3-CH2-CH2–
CH2-CH2-CH3
|
n-heksana
|
69
|
-95
|
|
2-metil
pentana
|
60
|
-154
|
|
|
3-metil
pentana
|
63
|
-118
|
|
|
2,2-dimetil
butana
|
50
|
-98
|
|
|
2,2-dimetil
butana
|
58
|
-129
|
SIFAT ALKANA
A. Sifat Kimia Alkana
Alkana
merupakan senyawa kovalen yang mempunyai titik didih dan titik lebur realtif
rendah. Titik didih dan titik lebur alkana ditentukan oleh banyaknya atom
karbon dan struktur rantai atom karbonnya.
secara umum
titik didih dan titik lebur alkana mempunyai pola sebagai berikut.
- Semakin banyak atom karbon atau semakin panjang rantai karbon suatu alkana, semakin tinggi titik didih dan titik leburnya.
- Untuk jumlah atom karbon yang sama, isomer dengan rantai karbon tidak bercabang (rantai karbon yang lurus) mempunyai titik didih dan titik lebur yang lebih tinggi daripada isomer dengan rantai karbon bercabang.
- Semakin banyak cabang pada rantai karbonnya, semakin rendah titik didih dan titik leburnya.
B. Sifat Fisika Alkana
Alkana
merupakan hidrokarbon jenuh dan semua ikatan yang ada merupakan ikatan kovalen
yang sempurna. Akibatnya, hidrokarbon merupakan senyawa yang kurang reaktif
sehingga disebut “parafin” yang berarti daya gabung atau daya reaksinya rendah.
Semakin panjang rantai karbon, semakin berkurang kereaktifannya. Reaksi pada
alkana umumnya merupakan reaksi substitusi, yaitu reaksi penggantian gugus atom
hidrogen pada suatu alkana. Simak beberapa contoh reaksi pada alkana berikut.
- Dengan gas klorin dapat bereaksi jika ada sinar matahari atau bantuan cahaya.
CH4
+ Cl2 → CH3Cl + HCl
Metilklorida
(klorometana)
- Pada pembakaran sempurna alkana, akan dihasilkan gas CO2 dan H2O.
CH4
+ 2O2 → CO2 + 2H2O
Mengapa sudut ikatan H-C-H 117
derajat lebih kecil dibandingkan sudut H-C-C 121 derajat ?
Karena Sudut ikatan HCH pada eten
adalah 117 derajat dan sudut HCC adalah 121,5 derajat. Ada dua
alasan yang menggabungkan untuk menjelaskan deformasi ini pada eten.
·
Pertama, dari sudut ikatan dan
Teorema Coulson ini kita dapat menentukan bahwa ikatan sigma CH adalah
hibridisasi sp2 dan ikatan CC sigma adalah hibridisasi sp. Dari indeks
hibridisasi ini, kita melihat bahwa ikatan CC sigma memiliki konten yang lebih
tinggi s-karakter (1 bagian s 1,7 bagian p - 37% s) dari obligasi CH (1 bagian
s 2,2 bagian p - 31% s). Karena ada lebih s karakter dalam ikatan CC,
lebih rendah energi dan elektron karbon sigma akan cenderung mengalir ke arah
energi ikatan CC ini lebih rendah. Akibatnya, CC ikatan sigma akan berisi
kerapatan lebih elektron dari ikatan CH. Oleh karena itu, tolakan elektron
antara obligasi sigma CC dan obligasi sigma CH akan lebih besar dari tolakan
elektron antara dua ikatan CH. Maka sudut ikatan HCC akan terbuka sedikit
dari ideal 120 derajat dan sudut HCH akan menutup sedikit untuk meminimalkan
tolakan elektrostatik ikatan-ikatan.
·
Kedua, faktor sterik (yang juga
benar-benar hanya cara lain untuk menjelaskan tolakan elektron-elektron) juga
ikut bermain. Sejauh apa pun cis HC-CH hidrogen-hidrogen tolakan lebih
stabil daripada geminal HCH hidrogen-hidrogen tolakan, itu juga akan berfungsi
untuk meningkatkan sudut ikatan CCH dan mengecilkan sudut ikatan HCH.








saya ingin bertanya tentang materi anda, Mengapa semakin banyak jumlah atom karbon penyusun alkana, semakin banyak juga jumlah isomer alkana -nya??? Apa yang mempengaruhi hal tersebut dan berikan penjelasannya!!!
BalasHapusDan saya ada sedikit saran untuk saudari lilis untuk memperhatikan pengupload an gambarnya karena dipostingan anda ini gambarnya tidak jelas hanya terlihat berwarna putih saja.
Terimah kasih.
Karena itu memang sudah ketentuannya semakin banyak jumlah atom karbon penyusun alkana, semakin banyak juga jumlah isomer alkana -nya, jadi jumlah isomer itu tergantung dari banyaknya atom karbon nya, terimakasih.
Hapussaya sedikit menambahkan pada sistem nomenklatur. Pada akhir abad 19 ahli kimia organic memutuskan untuk mensistematikan tata nama organic untuk menghubungkan nama senyawa dan strukturnya. System tata nama yang telah dikembangkan disebut nama jenewa atau system IUPAC.
BalasHapusParent: Rantai induk
Prefix (cabang): Rantai atom karbon paling panjang, menggambarkan struktur utama, dilihat dari monosiklik, disiklik dan lain-lain.
Suffix (akhiran): ana, ena, dan una.
Assalamualaikum. Saya ingin sedikit menambahkan pada bagian isomer alkana. Kemungkinan jumlah isomer akan meningkat tajam ketika jumlah atom karbonnya semakin besar.Contohnya:
BalasHapusC1: tidak memiliki isomer: metana
C2: tidak memiliki isomer: etana
C3: tidak memiliki isomer: propana
C4: 2 isomer: n-butana dan isobutana
C5: 3 isomer: pentana, isopentana, neopentana
C6: 5 isomer: heksana, 2-Metilpentana, 3-Metilpentana, 2,3-Dimetilbutana, dan 2,2-Dimetilbutana
C12: 355 isomer
C32: 27.711.253.769 isomer
C60: 22.158.734.535.770.411.074.184 isomer, banyak di antaranya tidak stabil.
Baiklah terimakasih atas penambahannya saudari mia, novani, dan sheira.
BalasHapusSaya mencoba menjawab pertanyaan saudari nurussalamia :
BalasHapusAlkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbonnya merupakan ikatan tunggal. Isomer adalah peristiwa di mana suatu senyawa karbon mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur berbeda. isomer adalah suatu senyawa dari beberapa senyawa yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi mempunyai sifat berbeda akibat perbedaan susunan atom-atomnya. Semakin banyak jumlah atom karbon penyusun alkana, semakin banyak jumlah isomer alkana -nya. Suatu molekul dapat bergerak dalam ruang, menekuk atau membelit
sehingga dapat digambarkan dengan beberapa cara yang berbeda. Jumlah isomer pada alkana dipengaruhi oleh perbedaan terletak pada urutan penggabungan atom-atom yang menyusun molekul, perbedaan terletak pada cara penataan atom-atom dalam ruang, tetapi urutan penggabungan atom-atomnya tidak
berbeda. Alkana dengan jumlah atom karbon tiga atau kurang, tidak mempunyai isomer. Pada senyawa berumus molekul CH4 (metana), C2H6 (etana) dan C3H8 (propana) hanya terdapat satu cara untuk menyusun atom-atomnya, tidak terdapat peluang lainnya, sehingga tidak ditemukan isomernya. Akan tetapi, alkana dengan empat karbon mempunyai dua cara penataan atom-atomnya, sehingga ditemukan
dua isomer yang mempunyai rumus molekul C4H10, yaitu butana dan 2- metilpropana. Makin besar jumlah atom karbon yang terdapat dalam rumus molekul, makin banyak senyawa-senyawa yang berisomeri. Pada senyawasenyawa dengan rumus molekul C5H12 ditemukan terdapat 3 isomer struktur,
C6H14 ditemukan terdapat 5 isomer struktur, dan C10H22 ditemukan terdapat 75 isomer struktur.
Terimakasih atas penambahannya saudari vini, sangat membantu..
Hapus