A.
Hibridisasi dari Nitrogen dan Oksigen
A.
Hibridisasi Oksigen
B.
Hibridisasi Nitrogen
B. Gugus Pengarah Orto, Para, dan
Gugus Pengarah Meta
Dalam semua
gugus pengarah meta, atom berhubungan dengan cincin membawa muatan positif
penuh atau parsial dan dengan demikian akan menarik elektron dari cincin. Semua
pengarah meta dengan demikian juga merupakan gugus pendeaktif cincin.
Sebaliknya, gugus pengarah orto, para pada umumnya memasuk elektron ke cincin
dan dengan demikian merupakan pengaktif cincin.
a. Gugus Pengarah Orto, Para
(Aktivator)
Gugus pada cincin akan mengarahkan substituen yang baru
masuk pada posisi orto, para atau meta sesuai dengan gugus mulanya. Gugus mula
tersebut yang disebut sebagai penentu orientasi. Gugus yang merupakan activator
kuat adalah gugus pengarah orto, para (adisi elektrofilik mengambil tempat pada
posisi orto dan para bergantung pada activator). Orientasi ini terutama
disebabkan oleh kemampuan substituen pengaktif kuat untuk melepaskan elektron
(gugus amino dan gugus hidoksil merupakan gugus activator yang baik).
Pada reaksi nitrasi pada toluena, dapat dilihat bahwa ion
nitronium dapat mneyerang karbon cincin yang yang posisinya orto, meta, atau
para terhadap gugus meta.
Pada salah satu dari ketiga penyumbang resonansi pada ion
benzenonium antar (intermediet) untuk substitusi orto atau para, muatan positif
berada pada karbon pembawa metil. Penyumbang resonansi itu ialah karbokation
tersier dan lebih stabil daripada penyumbang lainnya, yang merupakan
karbokation sekunder. Sebaliknya, dengan serangan meta, semua penyumbang adalah
karbokation sekunder, muatan positif pada ion benzenonium intermediet tidak
pernah bersebelahan substituen metil. Dengan demikian, gugus metal ialah
pengarah orto, para, karena reaksi ini dapat berlangsung melalui karbokation
intermediet yang paling stabil. Sama halnya, semua gugus alkil adalah orto,
para.
Pada gugus –F, -OH, dan -NH2 memiliki pasangan
elektron bebas, pasangan elektron bebas inilah yang dapat menstabilkan muatan
positif di sebelahnya
Baik dalam serangan orto atau para, salah satu penyumbang
pada ion benzenonium intermediet menempatkan muatan positif pada karbon
hidroksil. Pergeseran pasangan elektron bebas dari oksigen ke karbon positif
menyebabkan muatan positif terdelokalisasi lebih jauh, yaitu ke oksigen. Tidak
mungkin ada struktur seperti ini pada serangan meta. Dengan demikian hidroksil
adalah pengarah orto, para.
Jadi dapat disimpulkan bahwa semua gugus dengan elektron
bebas pada atom yang melekat pada cincin ialah pengarah orto dan para.
b. Gugus Pengarah Meta
Suatu pengarah meta mempunyai atom bermuatan positif atau
sebagian positif yang terikat pada cincin benzena. Dalam reaksi nitrobenzena,
gugus nitronya tidak menambah kesetabilan intermedietnya. Malahan intermediet
substitusi orto, atau para dan keadaan transisinya kurang stabil (karena energy
yang tinggi), karena sebuah struktur resonansi mengandung muatan positif pada
atom berdekatan. Oleh karena itu, substitusi terjadi lebih banyak pada tempat
meta, sebab keadaan transisi dan intermediatnya pada tempat yang berdekatan
mengandung muatan positif.
Pada nitrobenzena, nitrogen memiliki muatan formal +1,
sebagaimana ditunjukkan pada strukturnya. Persamaan untuk pembentukan ion
benzenonium intermediet ialah
Salah satu penyumbang pada hybrid resonansi intermediet
untuk substitusi orto atau para memiliki dua macam positif yang bersebelahan,
yaitu susunan yang sangat tidak diinginkan, sebab muatan yang sama saling
tolak-menolak. Tidak ada intermediet seperti ini pada meta, karena alasan
inilah substitusi meta lebih disukai. Setiap gugus pengarah meta dihubungkan ke
cincin aromatik oleh suatu atom yang merupakan bagian dari ikatan rangkap atau
ikatan rangkap tiga, dengan ujung lainnya ialah atom yan lebih elektronegatif
daripada karbon seperti atom oksigen dan nitrogen. Dalam hal ini, atom yang
langsung melekat pada cincin benzena akan membawa muatan positif parsial
seperti nitrogen pada gugus nitro. Ini karena penyumbang resonansi, seperti
Semua gugus yang serupa itu akan menjadi pengarah meta
karena alasan yang sama seperti gugus nitro yang bersifat meta, untuk
menghindari adanya dua muatan positif yang bersebelahan dalam ion benzenonium
intermedietnya. Dapat disimpulkan semua gugus dengan atom yang langsung melekat
pada cincin aromatik bermuatan positif atau merupakan bagian dari ikatan
majemuk dengan unsure yang lebih elektronegatif ialah pengarah meta.
c. Struktur Cis dan Trans
Isomer geometri menghasilkan 2 bentuk isomer
yaitu bentuk cis (jika gugus-gugus sejenis terletak pada sisi
yang sama atau orientasinya searah) dan bentuk trans (jika
gugus-gugus sejenis terletak berseberangan atau orientasinya berlawanan). Isomer
cis-trans terjadi bila tiap-tiap atom C yang berikatan rangkap mengikat gugus atom berbeda Jadi 2-butena CH3-CH=CH-CH3
mempunyai isomer cis trans sbb :
Dilihat dalam segi titik didih dan
leleh, trans lebih mudah mendidih dari cis, sedangkan cis lebih cepat mencair
dari trans alasannya karena cis memiliki kerapatan yang kuat, namun
memiliki energi kinetik yang kuat serta kurang stabil sehingga lebih mudah
untuk mencair dibandingkan dengan trans.
Halangan sterik dan energi kinetik pada cis lebih besar dibandingan
dengan trans, sehingga trans lebih stabil dibandingkan
cis, semakin sedikit
halangan sterik maka semakin stabil ikatan tersebut.












saya ingin bertanya.
BalasHapusapa yang dimaksud darigugus Pengarah Orto, Para, dan Gugus Pengarah Meta ?
Baiklah saya akan menjawab pertanyaan crisyanto,
Hapus1. Gugus pengarah orto dan para
Yang dimaksud gugus pengarah orto-para adalah gugus substituen yang menyebabkan arah utama serangan elektrofil pada posisi orto dan/ atau para terhadap kedudukan gugus substituen tersebut. Gugus pada cincin akan mengarahkan substituen yang baru masuk pada posisi orto, para atau meta sesuai dengan gugus mulanya. Gugus mula tersebut yang disebut sebagai penentu orientasi. Gugus yang merupakan activator kuat adalah gugus pengarah orto, para (adisi elektrofilik mengambil tempat pada posisi orto dan para bergantung pada activator). Orientasi ini terutama disebabkan oleh kemampuan substituen pengaktif kuat untuk melepaskan elektron (gugus amino dan gugus hidoksil merupakan gugus activator yang baik). Gugus pengarah orto, para pada umumnya memasuk elektron ke cincin dan dengan demikian merupakan pengaktif cincin. Pada halogen (F, Cl, Br, dan I) kedua efek yang berlawanan ini mengakibatkan pengecualian pada aturan tersebut.
2. Gugus pengarah meta
Gugus pengarah meta adalah gugus substituen yang menyebabkan arah utama serangan elektrofil pada posisi meta terhadap kedudukan gugus substituen tersebut. Dalam semua gugus pengarah meta, atom berhubungan dengan cincin membawa muatan positif penuh atau parsial dan dengan demikian akan menarik elektron dari cincin. Semua pengarah meta dengan demikian juga merupakan gugus pendeaktif cincin. Suatu pengarah meta mempunyai atom bermuatan positif atau sebagian positif yang terikat pada cincin benzena. Dalam reaksi nitrobenzena, gugus nitronya tidak menambah kesetabilan intermedietnya. Malahan intermediet substitusi orto, atau para dan keadaan transisinya kurang stabil (karena energy yang tinggi), karena sebuah struktur resonansi mengandung muatan positif pada atom berdekatan. Oleh karena itu, substitusi terjadi lebih banyak pada tempat meta, sebab keadaan transisi dan intermediatnya pada tempat yang berdekatan mengandung muatan positif.
saya rianti nita wulandari ingin sedikit menambahkan a.Gugus Pengarah Orto, Para (Aktivator)
BalasHapusGugus pada cincin akan mengarahkan substituen yang baru masuk pada posisi orto,para atau meta sesuai dengan gugus mulanya. Gugus mula tersebut yang disebut sebagai penentu orientasi. Gugus yang merupakan activator kuat adalah gugus pengarah orto, para (adisi elektrofilik mengambil tempat pada posisi orto dan para bergantung pada activator). Orientasi ini terutama disebabkan oleh kemampuan substituen pengaktif kuat untuk melepaskan elektron (gugus amino dan gugus hidoksil merupakan gugus activator yang baik). Pada reaksi nitrasi pada toluena, dapat dilihat bahwa ion nitronium dapat mneyerang karbon cincin yang posisinya orto,meta,atau para terhadap gugus meta. Pada salah satu dari ketiga penyumbang resonansi pada ion benzenonium antar (intermediet) untuk substitusi orto atau para, muatan positif berada pada karbon pembawa metil. Penyumbang resonansi itulah karbo kation tersier dan lebih stabil dari pada penyumbang lainnya, yang merupakan karbo kation sekunder. Sebaliknya, dengan serangan meta, semua penyumbang adalah karbo kation sekunder, muatan positif pada ion benzenonium intermediet tidak pernah bersebelahan substituen metil. Dengan demikian, gugus metal ialah pengarah orto,para,karena reaksi ini dapat berlangsung melalui karbo kation intermediet yang paling stabil. Sama halnya, semua gugus alkil adalah orto,para. Pada gugus –F, -OH, dan-NH2 memiliki pasangan elektron bebas, pasangan elektron bebas inilah yang dapat menstabilkan muatan positif disebelahnya Baik dalam serangan orto atau para, salah satu penyumbang pada ion benzenonium intermediet menempatkan muatan positif pada karbon hidroksil. Pergeseran pasangan elektron bebas dari oksigen kekarbon positif menyebabkan muatan positif terdelokalisasi lebih jauh, yaitu keoksigen. Tidak mungkin ada struktur seperti ini pada serangan meta. Dengan demikian hidroksil adalah pengarah orto,para. Pada turunan senyawa aromatik yang lain seperti pada anilina juga termasuk sebagai activator, yaitu gugus pengarah orto, para. Akibat stabilisasi resonansi anilina ialah bahwa cincin menjadi negatif sebagian dan sangat menarik bagi elektrofilik yang masuk. Semua posisi orto,meta,dan para pada cincin anilina teraktifkan terhadap substitusi elektrofilik, namun posisi orto,para lebih teraktifkan dari pada posisi meta. Struktur resonansi terpaparkan diatas menunjukkan bahwa posisi-posisi orto dan para mengemban muatan negatif parsial, sedangkan posisi meta tidak. Gugus amino dalam anilina mengaktifkan cincin benzena terhadap substitusi sedemikian jauh sehingga tidak perlu katalis asam Lewis, dan sangat sukar untuk memperoleh mono bromo anilina. Anilina beraksi dengan cepat membentuk 2,4,6-tri bromo anilina (kedua posisi orto dan posisi para terbrominasikan). Jadi dapat disimpulkan bahwa semua gugus dengan elektron bebas pada atom yang melekat pada cincin ialah pengarah orto dan para.
asssalamu'alaikum wr.wb saya farndi mardiansyah, saya ingin bertanya kepada sauadari lilis mengenai postingan blog anda, tolong anda jelaskan kemabli bagaimana posisi orto, meta, para pada senayawa benzena?
BalasHapusBaiklah saya akan menjawab pertanyaan frandi, Suatu pengarah meta mempunyai atom bermuatan positif atau sebagian positif yang terikat pada cincin benzena. Dalam reaksi nitrobenzena, gugus nitronya tidak menambah kesetabilan intermedietnya. Malahan intermediet substitusi orto, atau para dan keadaan transisinya kurang stabil (karena energy yang tinggi), karena sebuah struktur resonansi mengandung muatan positif pada atom berdekatan. Oleh karena itu, substitusi terjadi lebih banyak pada tempat meta, sebab keadaan transisi dan intermediatnya pada tempat yang berdekatan mengandung muatan positif.
HapusPada nitrobenzena, nitrogen memiliki muatan formal +1, sebagaimana ditunjukkan pada strukturnya.