Klasifikasi Senyawa
Organik
A.
Senyawa Rantai Terbuka
Senyawa
ini mengandung sistem rantai terbuka dari atom karbon. Rantai dapat berupa
rantai lurus ( tidak bercabang ) atau bercabang. Senyawa rantai terbuka juga
disebut senyawa alifatik. Alifatik adalah hidrokarbon yang memiliki rantai tidak
bertemu antar ujungnya, baik bercabang maupun tidak bercabang. Alifatik
berasal dari bahasa Yunani aleiphar yang berarti lemak, sebagaimana senyawa ini sebelumnya
diperoleh dari lemak hewani ataupun nabati, atau memiliki sifat seperti lemak.
Contoh:
CH3 - CH2 - CH2 - CH2 - CH3 = Rantai karbon Lurus
Rantai Bercabang
rantai terbuka selanjutnya dapat
diklasifikasikan menjadi jenuh ataupun tidak jenuh.
Hidrokarbon Jenuh adalah hidrokarbon yang tidak memiliki ikatan rangkap, seperti Alkana. Rumus umum dari Alkana adalah CnH2n+2. Hidrokarbon Tidak Jenuh adalah hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap, seperti Alkena (rangkap 2) yang memiliki rumus umum CnH2n dan Alkuna (rangkap 3) yang memiliki rumus umum CnH2n-2.
contoh Hidrokarbon Rantai Terbuka:
Hidrokarbon Jenuh adalah hidrokarbon yang tidak memiliki ikatan rangkap, seperti Alkana. Rumus umum dari Alkana adalah CnH2n+2. Hidrokarbon Tidak Jenuh adalah hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap, seperti Alkena (rangkap 2) yang memiliki rumus umum CnH2n dan Alkuna (rangkap 3) yang memiliki rumus umum CnH2n-2.
contoh Hidrokarbon Rantai Terbuka:
Contoh
:
•
H3C―CH2―CH2―CH3 Senyawa hidrokarbon alifatik
jenuh
•
H3C ―CH―CH- OH
Senyawa karbon alifatik jenuh
|
bercabang.
CH3
•
H3C―CH = CH―CH3
Senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh
1.
Alkana
Alkana adalah hidrokarbon dengan rantai terbuka dan
mempunyai ikatan tunggal sehingga disebut hidrokarbon Alifatis Jenuh. Alkana
juga disebut parafin yang berarti mempunyai daya alifatis kecil (sukar
bereaksi) Rumus Umum Alkana: CnH2n+2 Deret homolog
alkana Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon dengan rumus
umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya
mempunyai beda CH2 atau dengan kata lain merupakan rantai terbuka
tanpa cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama. Sifat-sifat deret
homolog alkana :
o Mempunyai sifat kimia yang mirip
o Mempunyai rumus umum yang sama
o Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya
sebesar 14
o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi
titik didihnya
Tata
Nama Alkana
a.
Tentukan rantai karbon terpanjang sesuai rantai utama
b. Atom C ujung ( diberi nomor 1 ) adalah yang
dekat dengan rantai simpang/simpangnya lebih panjang.
c. Sebut nomor yang menunjukkan letak rantai
cabang, lalu nama rantai cabang, menurut urutan abjad, lalu diikuti nama rantai
lurusnya.
contoh: 3 metil heksana
d.
Jika rantai simpangnya ada yang sama ( lebih dari satu) cukup ditulis awalan
di, tri, dst. contoh: 2,3 dimetil heksana. Contoh : Apakah nama
hidrokarbon di bawah ini ?
kita
tentukan rantai utamanya, Rantai utama adalah rantai terpanjang :
Kotak merah adalah rantai utama.
perhatikan sisi sebelah kiri, bila rantai utamanya yang lurus (garis putus2)
maka sama2 akan bertambah 2 atom C tapi hanya akan menimbulkan satu cabang
(bagian yang belok ke bawah), sedangkan bila kita belokkan ke bawah akan timbul
2 cabang (Aturan no 1). Sekarang coba perhatikan bagian kanan, penjelasannya
lebih mudah, bila rantai utamanya yang lurus (garis putus2) hanya bertambah
satu atom C sedangkan bila belok ke bawah maka akan bertambah 2 atom C. Jadi
rangkaian rantai utama itu boleh belak-belok dan gak harus lurus, asal masih
dalam satu rangkaian yang bersambungan tanpa cabang. rantai karbon yang tersisa
dari rantai utama adalah cabangnya,
terlihat
ada 3 cabang yakni 1 etil dan 2 metil, penomoran cabang kita pilih yang
angkanya terkecil :
•
bila dari ujung rantai utama sebelah kiri maka etil terletak di atom C rantai
utama nomor 3 dan metil terletak di atom C rantai utama nomor 2 dan 6
• bila dari ujung rantai utama sebelah kanan
maka etil terletak di atom C rantai utama nomor 6 dan metil di atom C rantai
utama nomor 3 dan 7 kesimpulannya kira urutkan dari ujung sebelah kiri, Urutan
penamaan : nomor cabang - nana cabang - nama rantai induk jadi namanya : 3 etil
2,6 dimetil oktana cabang etil disebut lebih dahulu daripada metil karena abjad
nama depannya dahulu (abjad "e" lebih dahulu dari "m").
karena cabang metil ada dua,maka cukup ditambah awalan "di" yang
artinya "dua". karena rantai utamanya terdiri dari 8 atom C maka
rantai utamanya bernama : oktana. bentuk struktur kerangka Alkana kadangkala
mengalami penyingkatan misalnya :
CH3
(warna hijau) -> ujung rantai CH2 (warna biru) -> bagian tenganh rantai
lurus CH (warna oranye) percabangan tiga C (warna merah) percabangan empat
2. Alkena
Alkena merupakan senyawa hidrokarbon yang
mempunyai ikatan rangkap dua pada rantai karbonnya. Rumus umum alkena adalah CnH2n.
Deret homolog Alkena
a.
Tata nama alkena menurut IUPAC 1) Rantai utama diambil rantai karbon terpanjang
yang mengandung ikatan rangkap dua. Ikatan rangkap dua diberi nomor sekecil
mungkin. 2) Rantai cabang diberi nomor menyesuaikan nomor ikatan rangkap dua.
Contoh:
b.
Sifat-sifat alkena
1)
Titik didih alkena mirip dengan alkana, makin bertambah jumlah atom C, harga Mr
makin besar maka titik didihnya makin tinggi.
2)
Alkena mudah larut dalam pelarut organik tetapi sukar larut dalam air.
3)
Alkena dapat bereaksi adisi dengan H2 dan halogen. (H2 =
F2, Cl2, Br2, I2)
a)
Adisi alkena dengan H2 Contoh: CH2=CH2+ H2
-> CH3 - CH3 etena etana
b) Adisi alkena dengan halogen. Reaksi
umum: –CH=CH– + X2 -> -CHX -CHX- CH2=CH2+
Cl2 -> CH2Cl - CH2Cl. Etena 1,2-dikloro
etana
3. Alkuna
Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon
yang mempunyai ikatan rangkap tiga pada rantai karbonnya. Rumus umum alkuna
adalah CnH2n-2. Deret Homolog Alkuna
a.
Tata nama alkuna menurut IUPAC
1.
Tentukan rantai karbon terpanjang sesuai rantai utama yang mengandung ikatan
rangkap tiga. 2. Atom C ujung ( diberi nomor 1 ) adalah yang dekat dengan
ikatan rangkap tiga.
3. Rantai cabang diberi nomor menyesuaikan
nomor ikatan rangkap tiga.
b.
senyawa rantai tertutup
Senyawa
ini mengandung satu atau lebih rantai tertutup (cincin) dan dikenal sebagai
senyawa siklik atau cincin terdiri dari dua jenis yaitu homosiklik dan heterosiklik.
1.
Senyawa Homosiklik
Homosiklik, adalah senyawa karbon siklik yang
rantai lingkarnya hanya terdiri dari atom C saja. Yang termasuk karbosiklik
adalah senyawa aromatis (senyawa karbosiklik yang terdiri dari 6 atom
karbon atau lebih yang memiliki ikatan rangkap 2 terkonjugasi) dan senyawa
alisiklik (senyawa karbosiklik yang hanya memiliki ikatan tunggal).
Hidrokarbon Alisiklik adalah rantai tertutup yang
tidak memiliki ikatan rangkap, atau hanya memiliki satu jenis ikatan rangkap.
Senyawa alisiklik dapat diklasifikasikan menjadi Sikloalkana (tidak memiliki
ikatan rangkap) dengan rumus umum CnH2n. Serta
Sikloalkena (rangkap 2) dengan rumus umum CnH2n-2.
Hidrokarbon Aromatik adalah rantai tertutup yang umumnya berbentuk cincin segi enam (terkadang dapat berbentuk segi lima) yang memiliki ikatan tunggal dan rangkap 2 secara selang-seling. Hidrokarbon aromatik dinamakan demikian karena sebagian besar senyawanya memiliki aroma khusus. Hidrokarbon Aromatik sederhana dapat dibagi menjadi Benzena (satu cincin, C6H6), Naftalena (dua cincin, C10H8), Antrasena (tiga cincin, C14H10).
Hidrokarbon Aromatik adalah rantai tertutup yang umumnya berbentuk cincin segi enam (terkadang dapat berbentuk segi lima) yang memiliki ikatan tunggal dan rangkap 2 secara selang-seling. Hidrokarbon aromatik dinamakan demikian karena sebagian besar senyawanya memiliki aroma khusus. Hidrokarbon Aromatik sederhana dapat dibagi menjadi Benzena (satu cincin, C6H6), Naftalena (dua cincin, C10H8), Antrasena (tiga cincin, C14H10).
contoh Hidrokarbon Rantai Tertutup:
2. Senyawa
Heterosiklik
Senyawa heterosiklik
atau heterolingkar adalah
sejenis senyawa kimia yang mempunyai struktur cincin yang mengandung atom
selain karbon, seperti belerang, oksigen, ataupun nitrogen
yang merupakan bagian dari cincin tersebut. Senyawa-senyawa heterosiklik dapat
berupa cincin aromatik sederhana ataupun
cincin non-aromatik. Beberapa contohnya adalah piridina (C5H5N),
pirimidina (C4H4N2)
dan dioksana (C4H8O2).
Perlu
diperhatikan pula senyawa-senyawa seperti siklopropana
dan sikloheksana
bukanlah senyawa heterosiklik. Senyawa tersebut hanyalah sikloalkana.
Prefiks 'siklik' merujuk pada struktur cincin, sedangkan 'hetero' merujuk pada
atom selain karbon. Banyak senyawa heterosiklik yang merupakan zat karsinogenik.
Senyawa heterosiklik aromatik adalah suatu senyawa siklik di mana atom-atom yang terdapat dalam cincin terdiri atas dua atau lebih unsur yang berbeda. Cincin heterosiklik dapat bersifat aromatik, sama seperti pada cincin benzena. Senyawa heterosiklik banyak terdapat di alam sebagai suatu alkaloid (seperti, morfin, nikotin dan kokain), asam-asam nukleat (pengemban kode genetik), dan senyawa biologi lainnya. Contoh:
Senyawa heterosiklik aromatik adalah suatu senyawa siklik di mana atom-atom yang terdapat dalam cincin terdiri atas dua atau lebih unsur yang berbeda. Cincin heterosiklik dapat bersifat aromatik, sama seperti pada cincin benzena. Senyawa heterosiklik banyak terdapat di alam sebagai suatu alkaloid (seperti, morfin, nikotin dan kokain), asam-asam nukleat (pengemban kode genetik), dan senyawa biologi lainnya. Contoh:
Contoh-contoh senyawa tersebut tergolong senyawa heterosiklik.
Dalam kerangka cincin, selain atom
karbon, juga terdapat atom nitrogen. Ketiga struktur tersebut berbeda karena
posisi gugus metil (teobromin dan teofilin berisomer struktural). Perbedaan
struktur ini menimbulkan perbedaan sifat fisika dan kimia.
Kafein terdapat dalam kopi yang
bersifat candu. Teobromin terdapat dalam cokelat (chocolate) yang juga bersifat
candu. Teofilin tergolong obat-obatan broncodilator (sesak napas). Nikotin
terdapat dalam tembakau dan bersifat candu.
Sama seperti senyawa polisiklik
aromatik, senyawa heterosiklik aromatik juga memiliki nama tertentu sebagai
berikut.
Penataan
nama senyawa heterosiklik menggunakan sistem penomoran. Nomor terendah
sedemikian rupa diberikan kepada atom selain karbon yang terkandung dalam
cincin. Contoh :
Penataan
nama dapat juga menggunakan huruf Yunani untuk substituen mono, sama seperti
pada senyawa polisiklik aromatik.
Purin
merupakan kerangka dasar pembentukan adenine dan guanin (senyawa pembentuk DNA)
1 Piridina (Cincin 6 Anggota)
Senyawa heterosiklik dengan enam
anggota yang paling umum adalah piridina. Piridina memiliki struktur sama
dengan benzena, berupa cincin datar dengan lima atom karbon dan satu atom
nitrogen. Setiap atom dalam cincin terhibridisasi secara sp2. Oleh
karena piridina memiliki satu atom nitrogen yang bersifat elektronegatif maka
senyawa piridina bersifat polar, sedangkan benzena bersifat nonpolar. Ikatan
dalam piridin, yang menunjukkan persamaan dengan ikatan yang terdapat dalam
benzene. Akan tetapi, ada suatu perbedaan yaitu sifat elektronegatif nitrogen
dari piridin akan mengurangi sejumlah electron dari cincin yang menyebabkan
cincin karbon kurang negatif. Oleh karena kurang electron dalam cincin
karbonnya, piridin tidak mudah mengalami reaksi subtitusi aromatic elektrofil.
Perbedaan lain antara piridin dan benzene adalah nitrogen dalam piridin
mengandung pasangan electron sunyi piridin, seperti amina alifatik
Piridina
tidak dapat dialkilasi atau diasilasi seperti pada benzena melalui reaksi
Friedel-crafts. Piridina dapat disubstitusi oleh bromin hanya pada suhu tinggi
dalam fasa uap sehingga diduga reaksi berlangsung melalui pembentukan radikal
bebas. Reaksi substitusi terjadi pada posisi karbon nomor 3.
Kesamaan lain antara piridina dan benzene adalah keduanya tahan terhadap serangan oksidasi. Reaksi oksidasi dapat terjadi pada gugus samping, sedangkan cincinnya tetap utuh.




















saya ingin menambahkan tentang senyawa heterosiklik :
BalasHapusSemua atom penyusunnya terletak dalam bidang datar (planar) · Setiap atom yang membentuk cincin memiliki satu orbital 2p · Memiliki elektron pi dalam susunan siklik dari orbital-orbital 2p sebanyak 4n+2 (n= 0, 1, 2, 3, …) Di samping benzena dan turunannya, ada beberapa jenis senyawa lain yang menunjukkan sifat aromatik, yaitu mempunyai ketidakjenuhan tinggi dan tidak menunjukkan reaksi-reaksi seperti alkena. Senyawa benzena termasuk dalam golongan senyawa homosiklik, yaitu senyawa yang memiliki hanya satu jenis atom dalam sistem cincinnya terdapat senyawa heterosiklik, yaitu senyawa yang memiliki lebih dari satu jenis atom dalam sistem cincinnya, yaitu cincin yang tersusun dari satu atau lebih atom yang bukan atom karbon. Sebagai contoh, piridina dan pirimidina adalah senyawa aromatik seperti benzena. Dalam piridina satu unit CH dari benzena digantikan oleh atom nitrogen yang terhibridisasi sp2, dan dalam pirimidina dua unit CH digantikan oleh atom-atom nitrogen yang terhibridisasi sp2.
Terimakasih atas penambahannya lutfiatunnisa, sangat membantu.
Hapusassalam mualaikum wr wb. isi dari blog ini saya rasa sudah cukup lengkah di sini saya masih binggung dan inngin bertanya pada pembahasan Piridina memiliki struktur sama dengan benzena, berupa cincin datar dengan lima atom karbon dan satu atom nitrogen.di situ kan dijelaskan bahwa memiliki struktur yang sama tapi sifat senyawa piridina bersifat polar, sedangkan benzena bersifat nonpolar.nah coba anda jelaskan ?
BalasHapusterimakasih
Baiklah saya akan menjawab pertanyaan tesa Piridina memiliki struktur sama dengan benzena, berupa cincin datar dengan lima atom karbon dan satu atom nitrogen. Setiap atom dalam cincin terhibridisasi secara sp2. Oleh karena piridina memiliki satu atom nitrogen yang bersifat elektronegatif maka senyawa piridina bersifat polar, sedangkan benzena bersifat nonpolar.
Hapusselamat pagi , saya roby ingin sedikit menambahkan materi blog anda bahwa Dalam senyawa rantai terbuka yang terikat olehikatan sigma dapat berotasi mengelilingi ikatan itu.oleh karena itu atom atom dalam suatu molekul rantai terbuka dapat mengelilingi tak terhingga banyak posisi didalam ruang relative satu terhadap yang lain.memang etana adalah sebuah molekul kecil,tetapi etana dapat memiliki penataan dalam ruang secara berlaina-lainan,penataan mana disebut konformasi.
BalasHapusterima kasih
Terimakasih robi atas penambahannya, sangat membantu.
Hapus